Selasa, 04 Desember 2012

Proposal 1


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang Masalah
Dengan semakin banyaknya orang yang memerlukan jasa kesehatan, rumah sakit harus dapat bersaing bagaimanan caranya untuk dapat menarik konsumen, khususnya pasien.

Pelayanan dengan mutu atau kualitas yang terbaik akan dipilih oleh para konsumen, apalagi sebagai perusahaan perusahaan yang bergerak dibidang jasa, tentunya peningkatan pelayanan merupakan hal yang sangat penting yang harus diperhatkan.

Dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung rumah sakit, diharapkan dapat memberikan kepuasan dan jaminan untuk menggunakan pelayanan tersebut kembali pada saat diperlukan lagi, sehingga dapat membiayai dana operasional rumah sakit yang bersangkutan.

RS Petamburan adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam jasa kesehatan yang kegiatannya adalah melayani pasien, maka hal utama yang harus diperhatikan dan diprioritaskan adalah kepuasan pasien.

1.2.            Rumusan Masalah
Bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan rumah sakit.

1.3.      Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah pada tingkat kepuasan konsumen /pasien terhadap pelayanan RS PELNI Petamburan.

1.4.      Tujuan Pembahasan
Untuk mengetahui apakah konsumen atau pasien merasa puas terhadap kinerja pelayanan yang telah diberikan oleh pihak RS PELNI Petamburan.

1.5.            Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Akademis
Dapat memberikan pengetahuan kepada dosen, mahasiswa dan rekan-rekan yang lainnya mengenai tingkat kepuasan konsumen atau pelanggan RS PELNI petamburan  dan memberikan informasi kepada rekan-rekan semua mengenai Rumah Sakit.
2.      Manfaat Praktis
Dari kuesioner yang disebarkan dan diisi oleh para responden diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi objek yang diteliti yaitu Tingkat Kepuasan konsumen, agar dapat memenuhi tingkat kepuasan pelanggan sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan.

1.6.           Metode Penelitian
Untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan oleh penulis untuk penunjangan penelitian ini maka penulis menggunakan beberapa metode :

1.6.1.      Objek Penelitian
Penulis hanya melakukan penelitian terhadap RS PELNI petamburan, rumah sakit  ini terletak di Jl. KS.Tubun 92-94 Jakarta 11410. Serta menitikberatkan pada tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di rumah sakit.

1.6.2        Data Variabel
Kualitas pelayanan menurut Philip kotler (2001) adalah segala hal yang diberikan produsen kepada konsumen dari mulai penawaran barang sampai barang itu terjual ke tangan mkonsumen, termaksud diantaranya keramahan, kesabaran dalam melayani konsumen, dll. Pengertian lain tentang pelayanan adalah semua urusan untuk memuaskan kebutuhan nasabah dan melampaui segala harapan mereka.
Dari sekian banyak hal yang mempengaruhi kualitas pelayanan J. Supranto, MA (2001) menyebutkan 5 indikator penentu kualitas pelayanan :
1.      Reliability (Kehandalan)
Yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.

2.      Responsiveness (Ketanggapan)
Yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi : kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan menangani keluhan pelanggan.

3.      Assurance (Keyakinan)
Meliputi kemampuan karyawan atas pengetahuan produk secara tepat, kualitas keramah-tamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, keterampilan dalam memberikan informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan dalam manfaat jasa yang ditawarkan, dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

4.      Empathy (Empati)
Yaitu perhatian secara individu yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahaan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelangganya.

5.      Tangibles (Berwujud)
Terukur, Meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan komonikasi dan penampilan.
Sedangkan Kepuasan pelanggan menrut Philip kotler (2000) adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang ia rasakan dibandingkan dari harapannya. Sedangkan menurut J. Supranto, MA (2001) kepuasan atau ketidakpuasan adalah perbedaan antara harapan dan kinerja yang dirasakan, seperti dikelaskan dalam kedua definisi diatas, kepuasan merupakan fungsi dari persepsi kesan atas kinerja dan harapan. Jika kinerja dibawah harapan, pelanggan puas, jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan amat puas.

1.6.3.      Metode Pengumpulan Data Atau Variabel
Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan metode yaitu :
1)      Studi Keperpustakaan (Library Research)
Studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan  data yang berhubungan dengfan topic penelitian dengan cara membaca dan belajar dari buku-buku ilmu pengetahuan, catatan-catatan, dokumen-dokumen tertulis, majalah-majalah, dan lain sebagainya. Selain itu penelitian juga mempelajari penelitian untuk menjadi acuan penelitian.

1.6.4.       Hipotesis
Hipotesis dalam penulisan ini :
·        Ho : konsumen RS.PELNI petamburan  merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan
·        Ha : konsumen RS.PELNI petamburan merasa  puas terhadap pelayanan yang diberikan.
      Dalam penulisan ini ilmiah ini penulis mempunyai dugaan sementara bahwa Pelanggan RS.PELNI petamburan merasa puas terhadap pelayanan jasa medis yang diberikan oleh rumah sakit tersebut.

1.6.5.      Alat Analisis Yang Digunakan
      Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penulis ilmiah ini penulis menggunakan metode dan analisis yaitu :
1.      Metode Skala Likert
      Didalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan skala likert yaitu jenis skala yang digunakan untuk mengukur variable penelitian seperti sikap, pendapat, persespsi social seseorang atau kelompok. Dalam skala Likert terdapat dua bentuk pernyataan yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap positif, dan pernyataan negatif yang berfungsi untuk mengukur sikap negatif objek sikap. Didalam penelitian ini responden diminta mengisi pertanyaan dalam skala ordinal berbentuk verbal dalam jumlah katagori tertentu. Dalam hal ini digunakan tingkatan yang terdiri dari sangat puas, puas, cukup puas, tidak puas dan sangat tidak puas.
Adapun rumus pengujian skala likert yang dipakai adalah :
NIK = Nilai bobot
                  ∑ katagori penilaian

Keterangan :
NIK                 : Nilai Indeks Kerja
Nilai Bobot     : katagori penilaian X bobot masing-masing
∑                     : terdapat 5 katagori

-         Bobot yang diberikan adalah :
Bobot 5            : Sangat Baik/Sangat Penting
Bobot 4            : Baik/Penting
Bobot 3            : Cukup Baik/Cukup Penting
Bobot 2            : Kurang Baik/Kurang Penting
Bobot 1            : Tidak Baik/Tidak Penting
2.      Metode Chi Square
Pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuesi observasi/ yang benar-benar terjadi/ actual (fo) dengan frekuesi harapan/ ekspentasi (fe) yang didasarkan atas hipotesis tersebut dengan rumus :
X2 = ∑ (fo – fe) 2
     Fe
keterangan :
X2           : Chi square
Fo        : frekuensi yang diobservasi
Fe        : frekuensi yang diharapkan
Dengan menggunakan tingkat singnifikan/ taraf nyata ( α ) = 0,05. Untuk mencari fe digunakan rumus :
fe = Pr X Pc X n
keterangan :
Pr            : Proposi baris
Pc            : Proposi kolom
n          : banyak data

Jumat, 02 November 2012

Strategi Target Pemasaran


       
         Target Pemasaran akan mempersempit pasar massal menjadi segmen-segmen. Pemasaran adalah menyebarkan berita dengan berbagai cara tentang suatu produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen yang akan membelinya. Tujuan utama dari setiap fungsi bisnis adalah untuk memberikan keuntungan. Untuk mencapai manfaat maksimum, pembisnis dan manajemen akan menghabiskan puluhan jam dalam mencoba untuk mebidik pada strategi yang sempurna dengan hasil yang maksimal. 

            Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan bisnis dan strategi pemasaran yang efisien adalah salah satunya. Setiap perusahaan mencoba yang terbaik untuk menarik pelanggan baru sambil mempertahankan pelanggan yang lama. Sebuah strategi pemasaran yang efisien adalah salah satu persyaratan bagi keberhasilan bisnis. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui strategi yang dapat menjamin kesuksesan sebuah pemasaran.
 
            Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar konsumen tertentu.

            Salah satu cara dalam mengadakan segmentasi pasar adalah dengan membagi segmen pasar berdasarkan Sembilan katagori tersebut:
§  Geografi : segmentasi geogri akan membagi pasar dalam beberapa bagian geografi yang berbeda-beda seperti Negara, Negara bagian, wilayah, kota dan desa.
§  Demografi : dibagi menjadi grup-grup dengan dasar pembagian seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendekatan, tingkat pendidikan, dan agama.
§  Psikografi
§  Sosiocultural
§  Segmen berhubungan menggunakan cara ekstrem
§  Segmentasi situasi penggunaan
§  Segmen benefit
§  Segmen hybrid
§  Segmentasi tingkah laku
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi antara lain:
1.   Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.   Dapat mendesign produk yang benar-benar sesai dengan permintaan pasar
3.   Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif
4.   Dapat mengerahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5.   Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Perilaku Konsumen terhadap perkembangan teknologi


          Kemajuan TI (Teknologi Informasi) sekarang ini telah merubah perilaku seorang konsumen. TI yang perkembangannya sangat pesat membuat perubahan yang sangat signifikan terhadap perilaku para konsumen. Akibat perkembangan itu perilaku konsumen telah merubah ke arah modernisasi. Mulai dari perkembangan televisi, ponsel, internet, dll. Perkembangan-perkembangan tersebut secara otomatis mempengaruhi perilaku, kebiasaan, kegiatan masyarakat yang notabennya adalah konsumen.

            Sebagai contohnya adalah kemajuan internet, internet adalah kemajuan IT yang sangat mempengaruhi perilaku para konsumen. Dengan menggunakan internet konsumen bisa mendapatkan informasi apapun yang mereka butuhkan, dan apa yang dibutuhkan semua itu dapat dicari dengan menggunakan internet. Mulai dari informasi yang sifatnya formal sampai yang kepada informasi yang informal.

            Tulisan di atas menggambarkan minatnya para konsumen terhadap teknologi informasi terutama internet. Di jaman modern seperti ini perkembangan teknologi sangatlah canggih. Tak heran lagi, para konsumen pun berbondong-bondong menggunakan teknologi tersebut untuk memuaskan kebutuhan mereka.

            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan hal global yang sangat mempengaruhi hampir seluruh bidang kehidupan masyarakat global. Pengaruh perkembangan tersebut cukup berperan dalam merubah pola hidup masyarakat dunia yang semula tradisional, berkembang menjadi semitradisional, lalu melesat menuju pola hidup yang lebih modern.

            Secara khusus perkembangan Teknologi Informasi juga mempengaruhi perkembangan di bidang ekonomi masyarakat. Salah satu contoh kemajuan IT yang cukup populer adalah iklan elektronik yang sering kita lihat dibeberapa situs. Melalui promosi produk tersebut, kita tidak hanya bisa mengetahui informasinya secara detail tetapi juga bisa memesan secara langsung melalui email atau media sosial lainnya.

Perilaku Konsumen


     Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan suatu pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan dalam suatu pembelian. Untuk barang berharga yang dijual rendah (low-involvemuent) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan lebih mudah, sedangkan untuk barang berharga yang dijual lebih tinggi (high-involvement) proses  pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang lebih matang lagi. Perilaku konsumen juga merupakan tindakan-tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk pula proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan-tindakan tersebut. Perilaku konsumen juga bisa dikatakan sebagai perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai,mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. 

      Definisi lainnya adalah bagaimana para konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga yang mereka miliki untuk mendapatkan barang atau jasa yang mereka inginkan diinginkan.

      Analisis tentang berbagai faktor yang berdampak pada perilaku konsumen menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemasaran. Ya, seorang pemasar wajib memahami perilaku konsumennya, seperti apa yang dibutuhkan, apa seleranya, dan bagaimana konsumen mengambil suatu keputusan.

id.wikipedia.org/wiki/Perilaku konsumen